Friday, September 30, 2011

Al Kautsar

Al Kautsar - Materi Islam


Ketika tulisan ini saya tuliskan di secarik posting ini, saya baru saja shalat isya kemudian kultum di masjid Gandok Mulia tercinta. Kesimpulannya ini adalah catatan kecil isi kultum saya barusan,hehe. Sob, kemarin saya juga udah posting Urgensi Thaharah lho.
Sobat semuanya, sebagai juru dakwah, da’i muda yang tidak tahu apa-apa. Sebenarnya saya masih dalam tahap pencarian materi yang pas buat saya. Saya masih banyak berexplorasi materi-materi ceramah.
Akan tetapi karena pada malam ini objek dakwah saya adalah bapak-bapak dan mas-mas sekitar kampung, saya sajikan aja materi ini berjudul Mutiara di Sungai Surga,
haha. Baik, saya mengambil sedikit hikmah dari Surat Al Kautsar untuk bahan.
Gambarannya seperti ini..
Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata: “Rasululloh mengantuk sejenak, lalu ia mengangkat kepalanya seraya tertawa. Para sahabat pun bertanya kepada beliau “Mengapa engkau tertawa wahai rasul?” Rasululloh SAW menjawab, ‘Sesungguhnya belum lama tadi aku menerima wahyu satu surat dari Alloh SWT’. Kemudian beliau membaca “Bismillahirrahmanirrahim inna a’thoina kal kautsar.” Lalu beliau bertanya, ‘Tahukah kalian apa Al Kautsar itu?’ mereka menjawab bahwa Alloh dan RasulNya lebih tahu. Beliau bersabda, ‘Ia adalah sungai yang diberikan kepadaku di surga, padanya terdapat banyak kebaikan, di mana pada hari kiamat kelak ummatku akan hilir mudik ke sungai itu.’
Nah tu hebat banget kan sob!
Kemudian di dalam shahih Bukhari Muslim disebutkan, Rasulullah pernah masuk surga dan sudah berada di sungai yang kedua sisinya dipenuhi oleh kemah-kemah mutiara. Kemudian beliau memukul degnan tangan pada tempat mengalirnya air, ternyata ia adalah minyak adzfar. Lalu beliau bertanya kepada Malaikat Jibril, dan kata malaikat, bahwa itu adalah Al Kautsar yang diberikan Allah kepada Rasul.
Pada ayat yang kedua, “fashalli li rabbika wan har,” ‘maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu; dan berkorbanlah’. Maksudnya ialah untuk menggapai Al Kaytsar tadi, kita diperintahkan untuk beribadah, shalat, berkurban ikhlas karena Allah, gitu sob. Bukankah Allah telah memberikan banyak nikmat baik dunia maupun yang dijanjikan di akhirat?
Kalo ayat yang terakhir disebutkan bahwa, “Innasyaniaka huwal abtar,” ‘Sesungguhnya orang-orang yang membencimu, Muhammad, ialah yang terputus.’ Maksudnya yakni orang yang membenci ajaran yang dibawa Rasul, kebenaran, bukti nyata, cahaya terang benderang, maka ialah yang terputus, yang paling sedikit jumlahnya, dan paling hina!
Yah jadi begitu sob, kalo ayat pertama merupakan kabar gembira, bahwa Allah telah menyediakan Al Kautsar yang terdapat banyak mutiara untuk kita di surga. Trus ayat kedua adalah perintah agar kita bisa menggapai Al Kautsar itu dengan cara shalat dan korban karena Allah. Dan ayat terakhir berupa peringatan untuk kita agar jangan sampai terputus, hina.
Yah kira-kira begitulah yang saya sampaikan pas kultum sob. Karena jamaah di sini kan udah familier ama Surat Al Kautsar, maka saya sampaikan aja nih materi.
Segini dulu postingan ane ya sob, like dan follow dong sob! Hehe... 
Burhan

Thursday, September 29, 2011

Kabar Gembira

Kabar Gembira - Tentang Penulis




Assalamualaikum wr. wb.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Alloh Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karuniaNya kepada kita sehingga saya masih diperkenankan menulis posting ini, begitu juga pembaca (sobat) yang sampai saat ini masih diperkenankan membaca tulisan saya.
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. Seorang sosok umi yang tidak bisa membaca dan menulis. Akan tetapi senantiasa memerintahkan untuk membaca dan menulis. Seorang sosok umi yang tidak sempat mencontohkan kebaktiannya kepada kedua orang tua sewaktu masih hidup. Akan tetapi senantiasa memerintahkan kita untuk birrul walidain.
Kali ini saya sampaikan kabar gembira buat sobat semuanya bahwa saya punya blog baru lagi.
Setelah sebelumnya saya iseng nge-blog di oasedunia, rasa-rasanya saya belum puas nih sobat. Nah maka dari itu saya konstruk ini blog berjudul Mutiara Islam. Di sini saya ingin sekali share pengalaman dan sedikit ilmu yang sehari-hari saya dapatkan. Cie... yah, sesuai deskripsi blog ini sendiri lah sobat, catatan perjalanan da’i muda yang tidak tahu apa-apa. Saya ambil kalimat itu karena saya memang benar-benar tidak tahu apa-apa nih sobat. Awalnya sebenarnya secara tidak sengaja saya kepikiran kata-kata Mutiara Islam. Setelah saya pikir-pikir, kalau dibuat blog pribadi menarik juga nih sobat. Kemudian langsung saya aplikasikan saja deh sobat, hehe.
Kalau bicara soal tujuan saya membangun blog Mutiara Islam sih tidak terlalu rumit juga. Pengen share cerita-cerita dan pengalaman seperti yang saya bilang tadi sama sobat. Maklum, saya kadang suka eman-eman kalau tiap kegiatan maupun ada ide terlintas tidak saya tulis kaya gini. (halah)
Sobatku saudara-saudaraku semuanya! Seperti inilah apa adanya blog saya. Sederhana, singkat, padat, dan (jelas). Yah mohon dimaklumi sajalah, hehe. Silakan nanti apabila sobat pengen baca-baca cerita saya, kisah saya, tulisan saya, opini, apa ajalah yang ada di blog ini silakan. Saya bukakan pintu selebar-lebarnya untuk sobat semuanya! Haha.
Asalkan jangan lupa like dan follow blog saya ya!! (maksa amat) he just kidding sobat..
Baik seperti itu dulu yang bisa saya sampaikan, karena sudah malam juga saya nulisnya. Pengen istirahat, tidur. Silakan sobat baca-baca dulu tulisan saya ya. Ada juga tulisan saya yang berjudul Kabar Gembira Buat Sobat. Wajib baca sob!
Wassalamualaikum wr. wb.  


Burhan

Lagu Shalawat Nabi

Lagu Shalawat Nabi - Tentang Penulis

Malam ini pas saya ngetik posting kecil ini pas malam kamis. Nah kebetulan di tempat saya ada latihan khutbah dan untuk ibu-ibu warga itu ada pengajian juga. O ya, udah baca posting saya sebelumnya berjudul Urgensi Thaharah belum? kalau belum silakan sobat klik link ini.
Sebenernya nih sob, saya lagi banyak tugas kuliah, pusing.
Tapi pas kebetulan dengerin ibu-ibu baca shalawat sama ngaji, hati rasanya tentram.  Kegersangan hati saya tiba-tiba seperti di siram sirup segar, halah.. Serasa ada mutiara di hati saya nih sob!
Dengerin ibu-ibu pada ngaji, saya jadi teringat sama dalil yang nyebutin gini sob.. Barangsiapa yang membaca Al Quran dengan terbata-bata maka ia mendapat dua pahala, pahala membaca dan pahala belajar. Sedang bagi yang sudah lancar membaca Al Quran maka ia bersama malaikat, subhanallah!
Sedikit cerita aja tentang latihan khutbah temen saya ya sob, temanya itu tentang amar ma’ruf nahi munkar. Akan tetapi saya tidak akan membahasnya pada postingan kali ini sob, hehe.
Waduh sob, cukup sekian dulu aja ya. Latihan khutbahnya udah selesei. Dan saya musti kasih masukan sama temen saya. Etss.. bukan berarti saya sudah lancar, tapi emang begini budaya kita sob. Saling mengoreksi.
O ya, jangan lupa like dan follow sobb...!!
Burhan

Tuesday, September 27, 2011

Thaharah

Thaharah - Materi Islam


Sedikit mengulas kembali seputar thaharah, yang saya yakin sobat semua sudah jauh lebih paham daripada saya, seorang yang tidak tahu apa-apa dari Mutiara Islam.
Sebenarnya ini materi yang sering kita terima, kebetulan juga tadi malam saya mendapat materi ini di tempat saya menimba ilmu Islam dan berteduh selama di Jogja.
Thaharah artinya bersuci dan ini bersifat wajib.
Ada beberapa nash yang menjelaskan mengenai hal ini. Antara lain dalam surat Al Maidah ayat 6 “Dan jika kamu junub maka mandilah”. Selain itu dalam Al Muddatsir ayat 4 “Dan pakaianmu bersihkanlah”. Kemudian di dalam Al Baqoroh 222 “Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. Jadi sobat semua, Islam itu mengajak kita untuk bersih, agar kita seindah mutiara.
Selain itu ada beberapa hadits Rasullulloh yang menguatkan akan kewajiban thaharah ini.
-       Kunci Shalat adalah Bersuci (HR.  Muslim)
-       Shalat Tanpa Wudhu Tidak di Terima (HR. Muslim)
-       Bersuci adalah setegah Iman (HR. Muslim)
Kemudian untuk urgensi thaharah sendiri ada beberapa di antaranya:
1.    Syarat sah ibadah
Dari Ali bin Thalib ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, Kunci shalat itu adalah thaharah, yang mengharamkannya adalah takbir dan menghalalkannya adalah salam.(HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah)
2.    Disukai oleh Alloh
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan orang-orang yang berthaharah (membersihan diri). (QS. Al-Baqarah : 222)
3.    Bagian dari iman
Kesucian itu bagian dari Iman (HR. Muslim)
Sobat semuanya, thoharoh dibagi menjadi 2:
-          Thaharah lahir ialah suci (badan, pakaian, serta tempat shalat) dari najis dan suci dari hadas besar dan kecil (wudlu, mandi, serta tayamum).
-          Thaharah bathin ialah membersihkan jiwa dari pengaruh dosa dan maksiat, dengan bertaubat. Membersihkan hati dari syirik, iri, dengki, sombong, dll, dengan ikhlas dan amal shalih.
Yang tidak kalah penting yakni alat thaharah yang boleh kita pakai.
  1. Air muthlaq, Air asli yang tidak tercampur oleh sesuatu apapun dari najis.
“Air itu suci kecuali sudah berubah aromanya, atau rasanya, atau warnanya karena kotoran yang masuk padanya.” (HR. Baihaqi / dha’if namun memiliki sumber yang shahih & umat islam mengamalkannya)
Contoh dari air ini antara lain air hujan, salju/es, embun, air laut, sumur, air mata air,  air lembah, air sungai.
  1. Tanah yang suci di atas bumi atau batu atau pasir, atau tanah berair.
“Kemudian kalian tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kalian dengan tanah yang suci”. (Qs. An-Nisa 4 : 43)
Yup jadi sobat semuanya itulah sedikit dari saya tentang thaharah. Nah untuk lebih jelas saya sajikan diagram berikut.

Saya cukupkan sekian posting saya kali ini mengenai thaharah. Dan untuk sobat semua jangan lupa follow Mutiara Islam.



Burhan