Friday, December 7, 2012

Sayyid Quthb

Biografi Sayyid Quthb
Sayyid Quthb ialah seorang sastrawan, ilmuwan, pemikir dan ahli tafsir yang berasal dari Mesir. Beliau telah banyak berkarya di berbagai bidang. Nama lengkap beliau adalah Sayyid Qutb Ibrahim Husain Syadzili. Sayyid Quthb dilahirkan pada tahun 1906 di sebuah desa di Asyut, Mesir yang saat itu tradisi agamanya masih sangat kental. Oleh sebab itu, beliau tumbuh menjadi seorang anak yang pandai agama. Bahkan pada umur yang sangat belia, yakni 10 tahun, Sayyid Quthb telah menjadi seorang hafidz. Kedua orang tua beliau sangat mensupport atas kemampuan dan kepandaian yang dimiliki oleh Sayyid Quthb waktu kecil. Seiring perjalanan dakwahnya, beliau turut andil dalam gerakan Islam di bawah pimpinan Hasan Al Banna. Selain itu beliau juga banyak sekali melahirkan tulisan besar.

Pendidikan Sayyid Quthb
Sayyid Quthb menempuh pendidikan dasar di sekolah Kuttab (TPA) dan lulus pada tahun 1918 M. Setelah Sayyid Quthb lulus pendidikan dasar, beliau melanjutkan di Madrasah Tsanawiyah di Kairo pada tahun 1921 M. Setelah itu Sayyid Quthb pindah ke tempat Ahmad Husain Utsman, pamannya yang seorang jurnalis. Pada 1925 M Sayyid Quthb masuk ke institusi diklat keguruan, setelah tiga tahun di sana beliau berhasil lulus. Tak berhenti di situ, beliau melanjutkan mengejar gelar Sarjana Lc bidang sastra juga diploma pendidikan di Universitas Dar al-Ulum. Sayid Quthb memang terlahir dari keluarga yang sederhana, namun demikian semangat belajar beliau selalu menggebu. Terbukti beliau berhasil masuk perguruan tinggi Tajhisziyah Dar al Ulum (Universitas Cairo). Pada saat itu, tidak sembarang orang bisa menuntut ilmu di sana. Hingga akhirnya Sayyid Quthb lulus dengan gelar sarjana pendidikan pada tahun 1933.




Karya Sayyid Quthb
Karya-karya Sayyid Quthb semasa hidupnya terdapat dua puluh lebih dalam berbagai bidang. Semasa hidupnya, beliau curahkan guna menulis buku-buku. Pada era sebelum tahun 1940-an, Sayyid Quthb banyak sekali menulis buku yang hampir tak ada unsur agamanya. Hingga di tahun 1940-an beliau mulai memasukkan pelajaran-pelajaran di dalam buku-bukunya. Di tahun 1850-an, beliau mulai menyoroti soal kemaslahatan, keadilan, dan fikrah Islam. Karya beliau yang terkenal di antaranya Fi Zhilal al-Quran dan Dirasat Islamiyah.
Saking cintanya dengan menulis, bahkan saat dipenjara pun beliau banyak melahirkan karya-karya besar. Karya tersebut yaitu Hadza al-Din, Al-Mustaqbal li Hadza al-Din, Khasha`is al-Tashawwur al-Islami wa Muqawwimatihi al-Islam wa Musykilah al-Hadharah, dan Fi Zhilal al-Quran (lanjutannya).
Perjalanan Sayyid Quthb
Tidak berselang lama, Sayyid Quthb bekerja di Departemen Pendidikan Mesir sebagai pengawas pendidikan. Kinerja beliau sangat membanggakan sehingga beliau dikirim ke Amerika untuk menuntut ilmu. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, beliau langsung masuk di tiga perguruan tinggi sekaligus, yaitu Wilson’s Teacher’s College berletak di Washington, Stanford University di California, dan juga Greeley College di Colorado ia jelajahi.
Tidak puas hanya dengan itu, Sayyid Quthb menjelajahi negara Eropa antara lain Inggris, Itali, Swiss, dan negara lainnya. Setelah lama berkelana di Amerika dan Eropa, Sayyid Quthb kembali ke negara asalnya. Di Mesir beliau bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, beliau benar-benar terjun di dalam dunia dakwah di sana. Namun pada 1951, Ikhwanul muslimin dilarang di Mesir dan akan dibubarkan oleh pemerintah. Setelah itu Sayyid Quthb banyak mengeluarkan opininya tentang kritikan pedas terhadap pemerintah. Hingga akhirnya beliau harus keluar masuk penjara akibat tulisan-tulisannya yang mengedepankan keadilan dan kebenaran itu.

Thursday, December 6, 2012

Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan shalat dhuha memang perlu kita semua ketahui, agar kita lebih mantab dalam melaksanakannya. Waktu terus berlalu, tak terasa jam telah menunjukkan pukul 10.00. Ada waktu jeda cukup lama untuk rehat. Minimal ketika kita sudah berusaha melakukan mekanisme coping, tetap saja rehat menjadi kebutuhan diri yang tak terelakkan untuk mendukungnya. Sang pencipta mengetahui hal ini. Maka Dia memberi kita sarana untuk merecharge semangat: dengan melakukan shalat dhuha, karena terdapat keutamaan shalat dhuha.

Jika memang kelonggaran terdapat di awal dan kawatir tidak ada waktu terluang setelahnya, rehat bisa dilakukan di awal kegiatan. Hanya saja idealnya kita memiliki jadwal khusus untuk rehat itu, yakni di waktu utama pengerjaannya. Nah hal ini sangat berkaitan nantinya dengan keutamaan shalat dhuha.

Namun ketika amanah, tanggugjawab dan kesibukan menjadi rutinitas harian, tidak mengapa kita mengambil jeda semampu kita. Istirahat ketika pergantian mata kuliah, atau jeda di kantor, manfaatkan! Akhirat menanti. Di bawah ini merupakan dalil yang berkaitan dengan keutamaan shalat dhuha.

Dalil keutamaan shalat dhuha

Abu Dzar ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar makruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka yang dapat mencukupi hal itu adalah dua rakaat yang dilakukannya dari shalat dhuha."

Satu lagi dalil tentang keutamaan shalat dhuha:
Abu Hurairah ra berkata, "Kekasihku, Muhammad SAW berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: berpuasa tiga hari pada setiap bulan (Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13, 14, 15), dua rakaat shalat dhuha, dan agar aku melakukan shalat witir dulu sebelum tidur." (HR Bukhari Muslim)

Keutamaan shalat Dhuha dari segi waktu

Waktu shalat dhuha terhitung panjang, mulai dari sesudah waktu haram hingga sesudah waktu haram. Maksudnya ialah waktu haram yang pertama adalah terbitnya matahari, sedangkan waktu haram yan kedua ialah saat matahari tepat di tengah hari, dan garis peredarannya. Kenapa diharamkan? Agar tidak seperti menyembah matahari. Kita diajarkan menjadi orang yang berkepribadian, tidak asal mengikuti. Cukup Rasulullah sebagai panutan. Tak terkecuali dianut mengenai waktu keutamaan shalat dhuha.

Sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, ia berhak memperoleh pahala sebagaimana pahala orang yang meloakukannya." (HR Muslim). Begitu dahsyatnya keutamaan shalat dhuha.

Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang kerenamu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah." (HR Muslim). Ini merupakan hadits keutamaan shalat dhuha.

Di masa Rasul, unta merah begitu prestisius. Pada masa sekarang bisa disamakan seperti mobil mewah. Untuk mendapat pahala sedemikian dahsyat dari keutamaan shalat dhuha, minimal kepribadian kita harus islami terlebih dahulu. Mari mengintrospeksi: sampai di sini amalan mana yang belum kita resapi. Bukti ilmiah keutamaan shalat dhuha dan dalil pendukung juga sudah.Insyaallah jika ikhlas kita kedepannya akan beroleh manfaat dari keutamaan shalat dhuha.

Tentu ketika waktu yang disediakan longgar, ada waktu utamanya. Waktu itu, dalam redaksional hadits, sering digambarkan sebagai anak unta bangkit dari tempat diamnya karena mulai kepanasan atau kehausan. Saat terik matahari mulai menyengat, pasir mulai panas, sehingga panasnya dirasakan oleh kaki-kaki anak unta. Ini menunjukkan waktu utama shalat dhuha akan diakhirkan. Jika merunut kondisi di Indonesia berarti sekitar pukul 10-11, atau lebih dari itu asal berhati-hati terhadap waktu haram yang mulai muncul.

Zain bin Arqam ra melihat orang-orang shalat dhuha, maka ia berkata: Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat dhuha di saat ini lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah bersabda, "Shalat dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya." (HR Muslim). Ini dalil pendukung lagi terhadap keutamaan shalat dhuha.

Baca postingan tentang manfaat shalat dhuha. Tulisan ini merupakan kutipan hasil karya Egha Zainur Ramadhani, yang semoga beliau tetap diberi kesehatan oleh Allah SWT. Selamat merenungi tulisan tentang keutamaan shalat dhuha.

Tuesday, December 4, 2012

Hasan Al Banna

Hasan Al Banna rahimahullah merupakan sosok pejuang Islam yang relatif lengkap. Hasan Al Banna ialah sebagai juru dakwah dan seorang mujahid. Pada tulisan ini saya akan berbagi tulisan dari seorang penulis besar, Muhammad Abdullah Al Khatib. Dengan hati-hati beliau mengingatan kita dalam pendahulunya: "Di setiap jaman dan waktu kami senantiasa menghormati dan menghargai jerih payah yang telah dilakukan para tokoh Islam sepanjang sejarah, tetapi tidak mengkultuskan mereka." Artinya pembaca hendaklah jangan salah paham. Penulisan riwayat hidup Hasan Al Banna bukanlah untuk mengembangkan sikap memuji apalagi untuk mengkultuskan seorang manusia. Ia hanya sebuah upaya memperkenalkan kepada umat, generasi quran-generasi muda Islam khususnya. Sepanjang sejarah ada sosok-sosok pengikut uswatun khasanah (teladan utama), Nabi Muhammad SAW, yang patut kita jadikan pelajaran, tak terkecuali dari sosok mujahid Hasan Al Banna.

Hasan Al Banna seorang juru dakwah
Hasan Al Banna sebagai juru dakwah telah banyak berperan laksana seorang mujaddid (pembaharu). Pembaru yang bermanfaat, bukan pembuat bid'ah yang sesat dan menyimpang dari Al Quran dan As Sunnah. Pembaru dalam hal tajdid ruhul muslimin (pembaruan spirit kaum muslimin). Dengan dakwahnya, Hasan Al Banna berhasil memperbarui semangat kaum muslimin agar berpandangan dan berinteraksi dengan realitas kehidupan hanya berlandaskan nilai-nilai ajaran agama Allah, Al Islam, bukan selainnya. Beliau Hasan Al Banna rahimahullah dalam perjalanan dakwahnya telah berhasil memadukan antara hukum-hukum syariah dengan tuntutan zaman; antara cita-cita melangit seorang muslim dengan pandangan realistis di lapangan.

Hasan Al Banna mengajak kepada kaum muslimin kepada syumuliyatul Islam (integralitas Islam). Pada saat semakin banyak kaum muslimin yang menjalankan Islam secara parsial dan sektoral, beliau tampil mengingatkan bahwa Islam merupakan ajaran sempurna yang datang dari Yang Maha Sempurna, Allah SWT. Tidak mungkin Islam dibatasi pengertiaannya hanya pada urusan akhlak sebagaimana dipahami oleh para penggemar urusan akhlak. Atau dibatasi pengertiannya hanya pada urusan ibadah semata. Hasan Al Banna rahimahullah mengatakan: "Islam adalah sistem syamil (menyeluruh) yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negera dan tanah air, pemerintah dan ummat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan fikrah (ideologi), sebagaimana ia adalah akidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih." Begitu besarnya perjuangan dakwah sosok Hasan Al Banna!

Seruan Hasan Al Banna
Salah satu seruan strategis Hasan Al Banna menyadarkan kaum muslimin mengenai grand design program untuk membangun masa depan kejayaan Islam. Dalam uraian beliau mengenai maratib al amal al Islamiy (tertib amal Islami), Hasan Al Banna berkata: "Adapun tingkatan amal yang dituntut dari saudara muslim yang tulus adalah:

1.  Ishlahun nafs (perbaikan diri sendiri)
2.  Takwin baitul muslim (pembentukan keluarga muslim)
3.  Irsyadul mujtama' (pembimbingan masyarakat)
4.  Tahrirul wathan (pembebasan tanah air) dari setiap penguasa asing (non-muslim)
5.  Ishlahul hukukah (perbaikan keadaan pemerintah) sehingga menjadi pemerintahan Islam yang baik
6.  Iqamatul khilafah (mengembalikan tegaknya kekuasaan khilafah) yang telah hilang serta mewujudkan persatuan yang diimpi-impikan bersama)
7.  Ustadziyatul alam (penegakan kepemimpinan dunia) dengan penegakan dakwah Islam di seluruh negeri.

Satu lagi karya brilian yang dikembangkan Hasan Al Banna adalah manhaj at takwin wat tarbiyyah (konsep kaderisasi dan pembinaan). Tarbiyah merupakan sebuah sistem dan proses pendidikan, pembentukan, pembinaan yang diwariskan Hasan Al Banna kepada generasi pengemban dakwah Islam. Silakan pembaca tilik nasehat ulama pada postingan sebelumnya. Inilah sedikit mengenai sosok Hasan Al Banna.

Keutamaan Shalat Subuh

Keutamaan shalat subuh sebenarnya sangat banyak sekali. Dalam hal ini, banyak dalil yang menyinggung keutamaan shalat subuh. Salah satu penulis yang membukukan tentang keutamaan shalat subuh yakni Egha Zainur Ramadhani. Satu persatu akan kita bahas hadits rasulullah SAW mengenai keutamaan shalat subuh.

Dalil keutamaan shalat subuh #1
Utsman bin Affan ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang shalat isya berjamaah maka seakan-akan ia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat subuh berjamaah (atau dengan shalat Isya-seperti tertera dalam hadits Abu Dawud dan At Tirmidzi) maka seakan-akan ia telah melaksanakan shalat satu malam penuh." (Hadits Riwayat Muslim).

Dalil keutamaan shalat subuh #2
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Kalau sekiranya manusia mengetahui apa yang tersembunyi dalam azan dan shaf pertama, maka mereka tidak akan mendapatkan bagian kecuali dengan jalan diundi di dalamnya, niscaya mereka akan ikut serta dalam undian (banyaknya orang yang berbondong-bondong guna mendapatkan shaf pertama). Dan jika mereka mengetahui apa yang didapatkan dalam awal kedatangan (shalat jamaah), niscaya akan berlomba-lomba. Dan, jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat Subuh dan Isya, maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak." (Hadits Riwayat Bukhari).

Memang begitu istimewanya shalat subuh, bahkan shalat sunnah yang menyertainnya juga mendapatkan porsi yang luar biasa.

Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dua rakaat Fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya." (Hadits Riwayat Muslim).

Shalat sunnahnya saja lebih baik dari dunia dan seisinya, lalu bagaimana dengan shalat wajibnya itu sendiri? Sungguh tak terbayangkan keutamaannya! Namun sayangnya manusia justru kerap melalaikan shalat subuh ini.

Ammarah bin Ruwaihah ra meriwayatkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari." (Hadits Riwayat Muslim). Hadits ini semakin menguatkan keutamaan shalat subuh.

Secara medis, shalat ini berhubungan erat dengan Tahajjud dan Kortisol. Shalat subuh menjadi semacam paket dengan Tahajjud untuk mendapat efek kesehatan, mengingat shalat ini tepat berada di penghujung sepertiga malam terakhir.

Sampai di sini dulu postingan mengenai keutamaan shalat subuh ini. Untuk lebih lanjut insyaallah akan kita bahas pada postingan berikutnya. Namun demikian pembaca bisa mampir dulu pada postingan sebelumnya yakni manfaat shalat dhuha. Semoga pembaca dapat mengambil manfaat dari postingan keutamaan shalat subuh.

Tags: keutamaan shalat subuh, manfaat shalat subuh, fadhilah shalat subuh, keutamaan salat subuh, keutamaan subuh

Wednesday, November 14, 2012

Manfaat Shalat Dhuha Secara Medis

Manfaat shalat dhuha sangat banyak sekali. Selain sebagai ibadah sunnah, shalat dhuha mempunya manfaat secara medis. Saya sangat terkesan sekali dengan tulisan-tulisan Egha Zainur Ramadhani dalam karyanya, Super Health. Dan berikut saya tuliskan karya beliau mengenai manfaat shalat dhuha secara medis.

Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya." Para sahabat bertanya, "Siapa yang sanggup wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ludah di dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya." (H.R. Ahmad, dan Abu Dawud)

Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dalam hal ini Rasulullah menyinggungnya secara sangat santun: "Hak dari setiap persendian, semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha." Dan ini membuktikan bahwa memang ada manfaat shalat dhuha secara medis.

Shalat memang memiliki kombinasi unik dari setiap gerakannya bagi tubuh. Dr. Ebrahim Kazim - seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy - menyatakan, "Repeated and regular movements of the body durinng prayers improve muscle tone and power, tendon strenght, joint flexibility, and the cardio vascular reserve." Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot beserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap sistem kardiovaskular.

Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olahraga biasa adalah: pahalanya luar biasa! Abu Darda' ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, Allah SWT berfirman: "Wahai anak adam, kerjakanlah shalat empat rakaat kepada-Ku pada permulaan siang, nniscaya Aku akan memberi kecukupan kepadamu sampai akhir siang." (HR At Tirmidzi)

Terlebih lagi shalat dhuha tidak hanya mempunyai manfaat untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stres. Hal ini sesuai dengan keterangan Dr. Ebrahim Kazim tentang shalat. "Simultaneously, tention is relieved in the main due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others."

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengeluarkan zat-zat enkefalin dan endorfin. Zat sejenis morfin, trermasuk opiat. Hal inilah salah satu manfaat shalat dhuha secara medis. Adapun efek kedua zat tersebut tidak berbeda dengan opiat lainnya, bedanya zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

Jika zat-zat terlarang seperti morfin bisa membuat orang senang - namun kemudian menyebabkan ketagihan dan segala efek negatifnya - endofin dan enkefalin tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks secara alami. Menjadikan seseorang lebih optimis, hangat, menyenangkan, serta menebarkan aura tersebut kepada lingkungannya.

Subhanallah. Manfaat shalat dhuha secara medis memang besar sekali.

Adapun artikel lain yang mungkin bermanfaat utuk anda adalah Generasi Quran: Generasi yang Unik.

Monday, November 12, 2012

Generasi Quran: Generasi yang Unik

Terdapat fakta sejarah yang patut direnungkan oleh siapa pun dan waktu kapan pun. Adapun fakta tersebut selayaknya menjadi pedoman karena berfek signifikan dengan manhaj dan orientasi dakwah.

Dakwah Islam telah melahirkan generasi sahabat menjelma menjadi generasi yang sangat istimewa dalam sejarah Islam dan sejarah dunia. Akan tetapi generasi tersebut tidak dapat berkelanjutan untuk generasi berikutnya lagi. Generasi sahabat yang notabene menjadi generasi quran senantiasa menjadi istimewa sepanjang zaman. Karena, tidak ada generasi selanjutnya yang akan menandingi kualitas generasi quran, generasi sahabat.

Sebuah fakta yang sangat hebat dan patut menjadi panutan setiap zaman sesudahnya. Sebenarnya Al Quran yang menjadi pedoman dakwah ini telah di depan mata. Begitu juga sabda-sabda dalam hadits yang begitu aplikatif, serta keteladanan hidup Nabi Muhammad saw yang begitu mulia, semuanya tampak jelas di depan kita. Tidak pula ketiggalan, telah lahir generasi pelopor yang juga tak akan terulang lagi dalam sejarah. Yang menjadi pertanyaan adalah, bukankah yang telah hilang hanyalah pribadi Rasululloh saw? Lalu apa yang menjadi misteri?

Jika eksistensi pribadi Nabi Muhammad saw merupakan sebuah keniscayaan bagi keberlangsungan dan efektivitas dakwah, tentu Allah SWT tidak menjadikannya sebuah seruan bagi umat manusia secara keseluruhan. Lagi pula, tentu Allah SWT tidak akan mempercayakan dakwah ini untuk menangani urusan manusia di muka bumi hingga akhir zaman.

Akan tetapi Allah telah menjamin terpeliharanya Al Quran. Allah Mahatahu bahwa dakwah ini akan tetap bertahan dan berlanjut sepeninggal Nabi Muhammad SAW. Kemudian, Allah hendak mengekalkan agama-Nya hingga akhir zaman. Oleh karena itu "kepergian" sosok Rasulullah Saw tidak berarti menegaskan fakta di atas dan tidak pula bersangkut paut dengannya.

Tulisan ini diambil dari karya besar seorang ulama, Sayyid Qutb - Maalim fi At thariq. Artikel yang berhubungan lainnya adalah Nasehat Ulama.

Nasehat Ulama

Syekh al -Imam al-Alim Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin Muhammad al-Jauzi rahimahullah mengatakan:

Aku memuji Allah dengan pujian yang membuat-Nya ridho, dan aku berdoa mudah-mudahan Dia bershalawat dan menyampaikan salam kepada orang pilihan-Nya yang paling mulia beserta orang yang menemani dan mendukungnya dengan shalawat dan salam yang tiada habisnya.

Karena pikiran yang berselancar meneliti beberapa hal di hadapannya tak mau menuliskannya, maka ia pun pergi sia-sia. Oleh sebab itu, termasuk perbuatan terpuji adalah mencatat apa-apa yang terlintas di pikiran supaya ia tak terlupakan sepanjang massa, apalagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga telah bersabda, "Jagalah ilmu dengan menuliskannya." *

Aku sangat sering memikirkan sesuatu, namun aku tak menuliskannya, lalu ia pun lenyap sia-sia. Aku pun kemudian bersedih dan menyesali kepergiannya.

Aku sadar bahwa setiap kali aku membuka pintu berpikir aku selalu mengetahui keajaiban-keajaiban yang tak pernah aku sangka sebelumnya. Ia datang dalam jumlah yang tak terkira, hingga aku pun tak boleh meremehkannya begitu saja. Alasan inilah yang membuatku menjadikan buku ini tempat penyimpanan buah renungan.

Hanya Allah lah pemberi manfaat dan Dia Mahadekat lagi Maha Mengabulkan.

_______________________
* Hadits riwayat al-Hakim 1/106 dari Hadits Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, ad-Darimi, 1/126, al-Khatib dalam Taqyid al-Ilm halaman 68 dari Hadits Abdullah bin Amr radhiyallau 'anhuma dan Ibnu Adi dalam al-Kamil, 2/793 dari Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
_______________________

Dikutip dari buku Shaid Al Khatir dan semoga bermanfaat bagi pembaca.